Jumat, 28 Juni 2013
Tips Cara Meningkatkan Resolusi Monitor Netbook di Windows 7
Tips Cara Meningkatkan Resolusi Monitor Netbook di Windows 7
Anda pasti tahu kalau komputer Netbook memiliki beberapa kekurangan. Selain netbook tidak memiliki drive optik, ukuran layar netbook yang kecil juga membuat pengguna kurang leluasa. Apalagi untuk resolusi layar monitor netbook yang rata-rata hanya mentok di resolusi 1024 x 600 sehingga ada pengguna yang perlu memperkecil ukuran icon agar tidak memenuhi desktop.
Mengenai resolusi layar yang kecil, sebenarnya ada trik mudah untuk menambah resolusi monitor netbook. Jadi kalau standarnya sebuah netbook 10 inch mampu menampilkan resolusi maksimal 1024 x 600, maka dengan sedikit trik kita bisa menaikkan resolusi sampai 1024 x 768 atau lebih.
Hack ini sudah penulis coba dan berhasil menggunakan netbook ACER AO D255 10 inch.
Simak cara meningkatkan resolusi monitor netbook di Windows7:
1. Buka regedit dengan menekan tombol Win+R lalu ketik “regedit” dijendela run kemudian klik OK.
2. Setelah terbuka jendela registry editor, klik menu “Edit -> Find” atau tekan kombinasi tombol Ctrl+F untuk memunculkan fungsi pencarian.
3. Dijendela pencarian ketik “Display1_DownScalingSupported” (tanpa tanda petik), lalu double klik di string yang ditemukan.
4. Ganti nilai 0 menjadi 1, kemudian restart netbook.
5. Setelah restart, klik kanan di desktop pilih “Screen resolution“. Lihat dibagian Resolution: anda akan mendapati resolusi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Pilih resolusi yang anda inginkan, tapi sebaiknya pelan-pelan mulai dari bawah lalu klik apply.
Perhatian!! mohon hati-hati dalam menjalankan hack ini, penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan.
Jika pada waktu anda menaikkan resolusi dan layar tidak mampu menampilkan resolisi tinggi sebaiknya jangan dipaksakan karena bisa merusak monitor netbook anda. Jadi hati-hati ya dan resiko ditanggung sendiri...
Diposkan oleh bayou narko di 3:48 PM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Label: Tips dan Trik
2 komentar:
1.
mas budiApril 5, 2013 at 9:26 AM
Wah keren gan informasinya.
kalau berkenan silahkan juga lihat review ane.. tentang
ACER ICONIA W510 "The Real PC Tablet"
Reply
Replies
1.
bayou narkoApril 15, 2013 at 3:34 PM
Woke gan... Happy Blogging
makalah polutan..........polusi tanah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Melihat kondisi lingkungan kita sekarang ini baik air, udara, dan tanah semuanya sudah tercemar. Pencemaran itu dilakukan oleh masyarakat kita sendiri yang tidak sadar akan pentingnya ketiga ekosistem alam tersebut bagi kelangsungan hidup semua makhluk di muka bumi ini.
Di kota-kota asap kendaraan dan pabrik-pabrik mencemari udara, sampah-sampah yang menumpuk utamanya sampah plastik mencemari tanah, dan air. Demikian juga halnya di desa-desa, pemakaian pestisida dan bahan kimia lainnya untuk pertanian dan perkebunan juga ikut mencemari lingkungan.
Pencemaran lingkungan ini sudah menjadi perbincangan publik, bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menempuh berbagai macam cara yang tentunya bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk menangani masalah pencemaran lingkungan ini.
Sesuai dengan inti pembahasan pada makalah ini yaitu Pencemaran tanah, tentunya akan sangat berakibat pada menurunnya hasil produksi pertanian dan perkebunan, yang mana kedua hal tersebut menjadi andalan Indonesia sebagai negara Agraria.
Untuk itu pemerintah hendaknya mengambil langkah tegas dalam penanganannya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses terjadinya pencemaran tanah
2. Apa yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran tanah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
3. berada pada tempat yang tidaktepat
Sifat polutan adalah:
1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi
2. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
B. Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumahkaca.
c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.
b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming
alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.
Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.
Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut :
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
C. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramater-parameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.
D. Dampak Kerusakan Tanah terhadap Kehidupan
a. Kerusakan di tempat terjadinya erosi
Kerusakan tanah yang utama adalah akibat erosi. Erosi tidak hanya menyebabkan kerusakan tanah di tempat erosi, tetapi juga kerusakan-kerusakan di tempat lain yaitu hasil-hasil erosi tersebut diendapkan.
1. penurunan produktifitas tanah;
2. kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman;
3. kualitas tanaman menurun;
4. laju infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air berkurang;
5. struktur tanah menjadi rusak;
6. lebih banyak tenaga diperlukan untuk mengolah tanah;
7. pendapatan petani berkurang.
8. erosi gully dan tebing (longsor) menyebabkan lahan terbagi-bagi dan mengurangi luas lahan yang dapat ditanami; dan
b. Kerusakan di tempat penerima hasil erosi
Erosi dapat juga menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat penerima hasil erosi. Erosi memindahkan tanah berikut senyawa-senyawa kimia yang ada di dalamnya seperti unsur-unsur hara tanaman (N,Phospor, bahan organik dan sebagainya) atau sisa-sisa pestisida dan herbisida (DDT, Endrin dan lain-lain).
c. Proses mekanis air hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga bisa terbentuk selokan. Pada daerah yang tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.
Pengendapan bahan-bahan tanah berikut senyawa-senyawa kimia yang dikandungnya dapat dikatakan sebagai polusi (pencemaran) di tempat tersebut. Pencemaran yang disebabkan oleh bahan-bahan padat tanah disebut “polusi sedimen”, sedangkan pencemaran oleh senyawa-senyawa kimia yang ada di dalam tanah disebut “polusi kimia”. Polusi kimia dari tanah dapat dibedakan menjadi polusi kimia dari unsur hara (pupuk) dan polusi kimia dari pestisida/herbisida.
Polusi sedimen : adalah pengendapan bahan tanah yang tererosi ke tempat lain. Pengendapan ini dapat menyebabkan:
- Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun. Akibatnya menambah terjadinya banjir, apalagi kalau banyak air mengalir sebagai aliran permukaan (run off) karena hilangnya vegetasi di daerah hulu.
- Tanah-tanah yang subur kadang-kadang menjadi rusak karena tertimbun oleh tanah-tanah kurus atau batu-batuan, pasir, kerikil dari tempat lain.
- Apabila digunakan untuk air minum, air yang kotor itu perlu lebih banyak biaya untuk membersihkannya.
- Karena air yang keruh, maka mengurangi fotosintesis dari tanaman air (karena sinar matahari sulit menembus air).
- Perubahan-perubahan dalam jumlah bahan yang diangkut mempengaruhi keseimbangan sungai tersebut. Apabila terjadi pengendapan di suatu dam, maka air yang telah kehilangan sebagian dari bahan yang diangkutnya tersebut akan mencari keseimbangan baru dengan mengikis dasar saluran atau pondasi dari dam tersebut sehingga menyebabkan kerusakan.
Kadang-kadang polusi sedimen dapat memberi pengaruh baik yaitu bila terjadi pengendapan tanah-tanah subur, misalnya tanah-tanah aluvial di sekitar sungai.
Polusi kimia dari pupuk : Polusi kimia dari pupuk merupakan polusi unsur-unsur hara tanaman. Tanah-tanah yang dipindahkan oleh erosi pada umumnya mengandung unsur hara lebih tinggi daripada tanah yang ditinggalkannya. Hal ini disebabkan lapisan tanah yang tererosi umumnya adalah lapisan atas yang subur.
Disamping itu fraksi tanah yang halus (debu) lebih mudah tererosi oleh karena itu unsur hara dari pupuk terutama “P” sebagian besar diserap butir-butir tanah tersebut maka banyak unsur “P” yang hilang karena erosi. Disamping itu sebagian besar “P” dalam tanah sukar larut sehingga P diangkut ke tempat lain bersama bagian-bagian padat dari tanah. Unsur-unsur hara yang mudah larut seperti Nitrogen (Nitrat), umumnya diangkut ke tempat lain bersama dengan aliran permukaan (run off) atau air infiltrasi (peresapan).
Polusi unsur hara N dan P pada air irigasi memberi akibat baik karena dapat menyuburkan tanaman. Polusi N pada air minum dapat membahayakan kesehatan. Misalnya terlalu banyak Nitrat akan menyebabkan penyakit pada bayi yang dikenal dengan nama Metahemoglobinemia.
Polusi unsur hara di danau dapat mengganggu keseimbangan biologis. Danau yang tadinya miskin unsur hara (oligotropik) diperkaya dengan unsur P dan unsur hara lain sehingga kesuburannya meningkat menjadi sedang (mesotropik), dan seterusnya menjadi subur (eutropik). Proses ini disebut proses eutrofikasi.
Sebagai akibat proses eutrofikasi ini maka terjadilah perkembangan algae yang sangat banyak (algae bloom), sehingga mengurangi tersedianya oksigen bagi ikan dan makhluk lain yang hidup dalam air tersebut. Selain itu air yang penuh algae akan mempunyai rasa dan bau yang tidak enak untuk keperluan air minum.
Pencegahan polusi unsur hara yang terbaik adalah dengan cara pemberian pupuk sedemikian rupa sehingga semua unsur hara dapat diserap tanaman. Dalam prakteknya hal demikian tidak mungkin dapat dilakukan sehingga dianjurkan penanggulangan yang lebih praktis yaitu dengan cara mencegah terjadinya erosi dan run off yang berlebihan dengan menggunakan kaidah-kaidah pengawetan tanah dan air.
Polusi kimia oleh bahan-bahan pestisida : Pestisida dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu pestisida yang mudah larut (hancur) dan pestisida yang sukar hancur. Golongan yang sukar hancur (larut) merupakan polusi pestisida yang utama. Disamping sukar larut jenis pestisida ini diserap oleh butir-butir tanah halus seperti halnya unsur P sehingga lebih banyak terangkut ke tempat lain bersama tanah-tanah yang tererosi. Seperti halnya unsur hara, polusi pestisida banyak menimbulkan masalah pada persediaan air, terutama mengganggu pada bidang kesehatan.
Ada hal yang perlu diketahui yaitu terjadinya proses biomagnification melalui siklus rantai makanan untuk beberapa jenis pestisida terutama yang dapat diserap dengan kuat dalam jaringan tubuh seperti DDT. Dengan proses ini pestisida yang mula-mula berkonsentrasi sangat kecil yang tidak membahayakan lalu semakin banyak dan menjadi fatal (dapat menyebabkan kematian).
Pencegahan terjadinya polusi pestisida dapat dilakukan dengan membatasi penggunaan pestisida yang banyak menimbulkan residu seperti DDT, Aldrin, Dieldrin, dan sebagainya. Pencegahan yang paling baik sudah barang tentu mencegah terjadinya erosi dari sumbernya. Dengan cara ini maka pestisida dan unsur hara yang terikat dalam butir-butir tanah (DDT, Aldrin, Dieldrin) dapat dicegah untuk tidak menjadi sumber polusi. Unsur hara dan pestisida yang mudah larut masih dapat mengalir ke tempat lain bersama air run off dan infiltrasi, tetapi sumber polusi jenis ini tidak terlalu begitu membahayakan.
E. Langkah-langkah Penanganan
Pemerintah telah melakukan berbagai penanganan dalam mengatasi masalah pencemaran tanah ini, salah satunya dengan menyediakan mobil-mobil truk sampah, terumata di kota-kota. Dan juga menghimbau kepada masyarakat petani agar tidak menggunakan pestisida dan sejenisnya secara berlebihan.
Namun, meski demikian tanpa partisipasi dan kesadaran dari masyarakat semua ini tidak mungkin dapat ditanggulangi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pencemaran lingkungan utamanya di Indonesia sudah amat mencemaskan. Pencemaran tanah (lahan pertanian) sebagai salah satu andalan pemasukan devisa negara perlu segera diantisipasi. Agar negara yang berpenduduk besar ini dan sebagian besar penduduknya berpenghasilan dari dari pertanian tidak kekurangan pangan di masa mendatang.
B. Saran
Melihat kondisi lingkungan kita sekarang ini, maka harusnya kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat utamanya yang sempat membaca makalah ini, agar benar-benar menjaga dan memperhatikan lingkungannya, demi kesejahteraan kita bersama. Dan kepada pemerintah agar menerbitkan Undang-undang Perlindungan Lingkungan Hidup yang tegas dan dapat dipatuhi bagi semua aparat pemerintahan.
Bagi para petani, kiranya tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. Karena hal ini akan mengurangi tingkat kesuburan tanah, yang dapat berakibat pada kurangnya hasil produksi pertanian.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.co.id/pencemaran_tanah/. Diakses Tanggal 5 Agustus 2008
http://www.yahoo.com/pencemaran_tanah. Diakses Tanggal 5 Agustus 2008
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/31/opini/polusi_tanah/0754.htm. Diakses Tanggal 4 Agustus 2008
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian 2
B. Macam-macam Pencemaran 3
C. Parameter Pencemaran 6
D. Dampak Kerusakan Tanah terhadap Kehidupan 7
E. Langkah-langkah Penanganan 11
BAB III PENUTUP 12
A. Kesimpulan 12
B. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA 13
pengertian virus
Judul: hahah sudah lama ksh pesan , srkg aq ksh lgy pesan hahahah
Di Forward dari Group Boedoet Stovia 1908
Virus masuk FACEBOOK WASPADALAH.. …?? ?
VIRUS PALING JAHAT DARI YANG PERNAH ADA
Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak!
Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya.
Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut : •
Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul :
“Sebuah Kartu Untuk Anda”(Une Carte Pour Vous , atau A Card For You)
Begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.
Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri.
Jangan membuka e-mail dengan judul:
“Sebuah Kartu Untuk Anda”(Une Carte Pour Vous , atau A Card For You)
Kirimkan pesan ini kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, lebih suka mendapat peringatan ini 25 kali daripada tidak sama sekali.
AWAS!!! Jangan terima kontak pti_bout_de_ chou@hotmail. com.
Ini virus yang akan memformat komputer anda.
Kirimkan pesan ini ke semua orang yang ada di dalam daftar alamat anda. Kalau anda tidak melakukannya dan salah seorang teman anda memasukkannya dalam daftar alamatnya, komputer anda juga akan terkena.
--------------------
artikel kerusakan lingkungan.di dunia .....terpampang nyata
Kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah; kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. The World Resources Institute (WRI), UNEP (United Nations Environment Programme), UNDP (United Nations Development Programme), dan Bank Dunia telah melaporkan tentang pentingnya lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan manusia, pada tanggal 1 Mei 1998.
Kerusakan lngkungan terdiri dari berbagai tipe. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. Environmental Change and Human Health, bagian khusus dari laporan World Resources 1998-99 menjelaskan bahwa penyakit yang dapat dicegah dan kematian dini masih terdapat pada jumlah yang sangat tinggi. Jika perubahan besar dilakukan demi kesehatan manusia, jutaan warga dunia akan hidup lebih lama. Di negara termiskin, satu dari lima anak tidak bisa bertahan hidup hingga usia lima tahun, terutama disebabkan oleh penyakit yang hadir karena keadaan lingkungan yang tidak baik. Sebelas juta anak-anak meninggal setiap tahunnya, terutama disebabkan oleh malaria, diare, dan penyakit pernafasan akut, penyakit yang sesungguhnya sangat mungkin untuk dicegah.
I.Kerusakan Lingkungan Pesisir dan Laut
Dewasa ini sumberdaya alam dan lingkungan telah menjadi barang langka akibat tingkat ekstraksi yang berlebihan over-exploitation dan kurang memperhatikan aspek keberlanjutan. Kendati ia secara ekonomi dapat meningkatkan nilai jual, namun di sisi lain juga bias menimbulkan ancaman kerugian ekologi yang jauh lebih besar, seperti hilangnya lahan, langkanya air bersih, banjir, longsor, dan sebagainya.
Kegagalan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup ditengarai akibat adanya tiga kegagalan dasar dari komponen perangkat dan pelaku pengelolaan. Pertama akibat adanya kegagalan kebijakan lag of policysebagai bagian dari kegagalan perangkat hukum yang tidak dapat menginternalisasi permasalahan lingkungan yang ada. Kegagalan kebijakan lag of policy terindikasi terjadi akibat adanya kesalahan justifikasi para policy maker dalam menentukan kebijakan dengan ragam pasal-pasal yang berkaitan erat dengan keberadaan SDA dan lingkungan. Artinya bahwa, kebijakan tersebut membuat ‘blunder’ sehingga lingkungan hanya menjadi variabel minor. Padahal, dunia internasional saat ini selalu mengaitkan segenap aktivitas ekonomi dengan isu lingkungan hidup, seperti green product, sanitary safety, dan sebagainya. Selain itu, proses penciptaan dan penentuan kebijakan yang berkenaan dengan lingkungan ini dilakukan dengan minim sekali melibatkan partisipasi masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai komponen utama sasaran yang harus dilindungi. Contoh menarik adalah kebijakan penambangan pasir laut. Di satu sisi, kebijakan tersebut dibuat untuk membantu menciptakan peluang investasi terlebih pasarnya sudah jelas. Namun di sisi lain telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan dan sangat dirasakan langsung oleh nelayan dan pembudidaya ikan di sekitar kegiatan. Bahkan secara tidak langsung dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah lain. Misalnya terjadi gerusan/abrasi pantai, karena karakteristik wilayah pesisir yang bersifat dinamis.
Kedua adanya kegagalan masyarakat lag of community sebagai bagian dari kegagalan pelaku pengelolaan lokal akibat adanya beberapa persoalan mendasar yang menjadi keterbatasan masyarakat. Kegagalan masyarakat lag of community terjadi akibat kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikan persoalan lingkungan secara sepihak, disamping kurangnya kapasitas dan kapabilitas masyarakat untuk memberikan pressure kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan berkewajiban mengelola dan melindungi lingkungan. Ketidakberdayaan masyarakat tersebut semakin memperburuk "bargaining position" masyarakat sebagai pengelola lokal dan pemanfaat SDA dan lingkungan. Misalnya saja, kegagalan masyarakat melakukan penanggulangan masalah pencemaran yang diakibatkan oleh kurang perdulinya publik swasta untuk melakukan internalisasi eksternalitas dari kegiatan usahanya. Contoh kongkrit adalah banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah yang tidak diinternalisasi ke DAS yang pasti akan terbuang ke laut atau kebocoran pipa pembuangan residu dari proses ekstrasi minyak yang tersembunyi, dan sebagainya.
Ketiga adanya kegagalan pemerintah (lag of government) sebagai bagian kegagalan pelaku pengelolaan regional yang diakibatkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dalam menanggapi persoalan lingkungan. Kegagalan pemerintah (lag of government) terjadi akibat kurangnya kepedulian pemerintah untuk mencari alternatif pemecahan persoalan lingkungan yang dihadapi secara menyeluruh dengan melibatkan segenap komponen terkait (stakeholders). Dalam hal ini, seringkali pemerintah melakukan penanggulangan permasalahan lingkungan yang ada secara parsial dan kurang terkoordinasi. Dampaknya, proses penciptaan co-existence antar variabel lingkungan yang menuju keharmonisan dan keberlanjutan antar variabel menjadi terabaikan. Misalnya saja, solusi pembuatan tanggul-tanggul penahan abrasi yang dilakukan di beberapa daerah Pantai Utara (Pantura) Jawa, secara jangka pendek mungkin dapat menanggulangi permasalahan yang ada, namun secara jangka panjang persoalan lain yang mungkin sama atau juga mungkin lebih besar akan terjadi di daerah lain karena karakteristik wilayah pesisir dan laut yang bersifat dinamis.
II.Penanggulangan Kerusakan Lingkungan Pesisir dan Laut Berbasis Masyarakat
Penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut perlu dilakukan secara hati-hati agar tujuan dari upaya dapat dicapai. Mengingat bahwa subjek dan objek penanggulangan ini terkait erat dengan keberadaan masyarakat pesisir, dimana mereka juga mempunyai ketergantungan yang cukup tinggi terhadap ketersediaan sumberdaya di sekitar, seperti ikan, udang, kepiting, kayu mangrove, dan sebagainya, maka penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut yang berbasis masyarakat menjadi pilihan yang bijaksana untuk diimplementasikan.
Penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat diharapkan mampu menjawab persoalan yang terjadi di suatu wilayah berdasarkan karakteristik sumberdaya alam dan sumberdaya manusia di wilayah tersebut. Dalam hal ini, suatu komunitas mempunyai hak untuk dilibatkan atau bahkan mempunyai kewenangan secara langsung untuk membuat sebuah perencanaan pengelolaan wilayahnya disesuaikan dengan kapasitas dan daya dukung wilayah terhadap ragam aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pola perencanaan pengelolaan seperti ini sering dikenal dengan sebutan participatory management planning, dimana pola pendekatan perencanaan dari bawah yang disinkronkan dengan pola pendekatan perencanaan dari atas menjadi sinergi diimplementasikan. Dalam hal ini prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat menjadi hal krusial yang harus dijadikan dasar implementasi sebuah pengelolaan berbasis masyarakat.
Tujuan umum penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat dalam hal ini meminjam definisi COREMAP-LIPI (1997) yang menyebutkan tujuan umum pengelolaan berbasis masyarakat, COREMAP dalam hal ini mengambil ekosistem terumbu karang sebagai objek pengelolaan. Oleh karena itu, tujuan penanggulangan kerusakan pesisir dan laut berbasis masyarakat dalam hal ini adalah memberdayakan masyarakat agar dapat berperanserta secara aktif dan terlibat langsung dalam upaya penanggulangan kerusakan lingkungan lokal untuk menjamin dan menjaga kelestarian pemanfaatan sumberdaya dan lingkungan, sehingga diharapkan pula dapat menjamin adanya pembangunan yang berkesinambungan di wilayah bersangkutan.
Tujuan khusus penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir laut berbasis masyarakat juga didefinisikan dengan meminjam tujuan program PBM yang dikembangkan COREMAP (1997). Tujuan khusus penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat dalam hal ini dilakukan untuk (i) meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menanggulangi kerusakan lingkungan; (ii) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan rencana penanggulangan kerusakan lingkungan secara terpadu yang sudah disetujui bersama; (iii) membantu masyarakat setempat memilih dan mengembangkan aktivitas ekonomi yang lebih ramah lingkungan; dan (iv) memberikan pelatihan mengenai sistem pelaksanaan dan pengawasan upaya penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat.
Tujuan program yang dikemukakan COREMAP-LIPI (1997) dinilai sejalan dengan pemikiran McAllister (1999) yaitu bahwa di dalam penelitian secara partisipatif untuk kegiatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berbasis masyarakat seringkali terfokus pada pengembangan, transformasi atau penguatan kelembagaan masyarakat, sehingga proses identifikasi kelembagaan lokal yang ada dan menganalisisnya untuk mengetahui sejauh mana kelembagaan tersebut berhubungan dengan upaya pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.
Upaya penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut berbasis masyarakat sebaiknya dilakukan dengan meminjam petunjuk teknis pengelolaan berbasis masyarakat (PBM) yang diajukan COREMAP (1997).
(1) Persiapan
Dalam persiapan ini terdapat tiga kegiatan kunci yang harus dilaksanakan, yaitu (i) sosialisasi rencana kegiatan dengan masyarakat dan kelembagaan lokal yang ada, (ii) pemilihan/pengangkatan motivator (key person) desa, dan (iii) penguatan kelompok kerja yang telah ada/pembentukan kelompok kerja baru.
(2) Perencanaan
Dalam melakukan perencanaan upaya penanggulangan pencemaran laut berbasis masyarakat ini terdapat tujuh ciri perencanaan yang dinilai akan efektif, yaitu (i) proses perencanaannya berasal dari dalam dan bukan dimulai dari luar, (ii) merupakan perencanaan partisipatif, termasuk keikutsertaan masyarakat lokal, (iii) berorientasi pada tindakan (aksi) berdasarkan tingkat kesiapannya, (iv) memiliki tujuan dan luaran yang jelas, (v) memiliki kerangka kerja yang fleksibel bagi pengambalian keputusan, (vi) bersifat terpadu, dan (vii) meliputi proses-proses untuk pemantauan dan evaluasi.
(3) Persiapan Sosial
Untuk mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat secara penuh, maka masyarakat harus dipersiapkan secara sosial agar dapat (i) mengutarakan aspirasi serta pengetahuan tradisional dan kearifannya dalam menangani isu-isu lokal yang merupakan aturan-aturan yang harus dipatuhi, (ii) mengetahui keuntungan dan kerugian yang akan didapat dari setiap pilihan intervensi yang diusulkan yang dianggap dapat berfungsi sebagai jalan keluar untuk menanggulangi persoalan lingkungan yang dihadapi, dan (iii) berperanserta dalam perencanaan dan pengimplementasian rencana tersebut.
(4) Penyadaran Masyarakat
Dalam rangka menyadarkan masyarakat terdapat tiga kunci penyadaran, yaitu (i) penyadaran tentang nilai-nilai ekologis ekosistem pesisir dan laut serta manfaat penanggulangan kerusakan lingkungan, (ii) penyadaran tentang konservasi, dan (iii) penyadaran tentang keberlanjutan ekonomi jika upaya penanggulangan kerusakan lingkungan dapat dilaksanakan secara arif dan bijaksan
(5) Analisis Kebutuhan
Untuk melakukan analisis kebutuhan terdapat tujuh langkah pelaksanaannya, yaitu: (i) PRA dengan melibatkan masyarakat lokal, (ii) identifikasi situasi yang dihadapi di lokasi kegiatan, (iii) analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, (iv) identifikasi masalah-masalah yang memerlukan tindak lanjut, (v) identifikasi pemanfaatan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan di masa depan, (vi) identifikasi kendala-kendala yang dapat menghalangi implementasi yang efektif dari rencana-rencana tersebut, dan (vii) identifikasi strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan kegitan.
(6) Pelatihan Keterampilan Dasar
Pelatihan keterampilan dasar perlu dilakukan untuk efektivitas upaya penanggulangan kerusakan lingkungan, yaitu (i) pelatihan mengenai perencanaan upaya penanggulangan kerusakan, (ii) keterampilan tentang dasar-dasar manajemen organisasi, (iii) peranserta masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan, (iv) pelatihan dasar tentang pengamatan sumberdaya, (v) pelatihan pemantauan kondisi sosial ekonomi dan ekologi, dan (vi) orientasi mengenai pengawasan dan pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan upaya penanggulangan kerusakan lingkungan dan pelestarian sumberdaya.
(7) Penyusunan Rencana Penanggulangan Kerusakan Lingkungan Pesisir dan Laut secara Terpadu dan Berkelanjutan
Terdapat lima langkah penyusunan rencana penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut secara terpadu dan berkelanjutan, yaitu: (i) mengkaji permasalahan, strategi dan kendala yang akan dihadapi dalam pelaksanaan upaya penanggulangan kerusakan lingkungan, (ii) menentukan sasaran dan tujuan penyusunan rencana penanggulangan, (iii) membantu pelaksanaan pemetaan oleh masyarakat, (iv) mengidentifikasi aktivitas penyebab kerusakan lingkungan, dan (v) melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan serta dalam pemantauan pelaksanaan rencana tersebut.
(8) Pengembangan Fasilitas Sosial
Terdapat dua kegiatan pokok dalam pengembangan fasilitas sosial ini, yaitu: (i) melakukan perkiraan atau analisis tentang kebutuhan prasarana yang dibutuhkan dalam upaya penanggulangan kerusakan lingkungan, penyusunan rencana penanggulangan dan pelaksanaan penanggulangan berbasis masyarakat, serta (ii) meningkatkan kemampuan (keterampilan) lembaga-lembaga desa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan langkah-langkah penyelamatan dan penanggulangan kerusakan lingkungan dan pembangunan prasarana.
(9) Pendanaan
Pendanaan merupakan bagian terpenting dalam proses implementasi upaya penanggulangan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, peran pemerintah selaku penyedia pelayanan diharapkan dapat memberikan alternatif pembiayaan sebagai dana awal perencanaan dan implementasi upaya penanggulangan. Namun demikian, modal terpenting dalam upaya ini adanya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan upaya penanggulangan dengan dana swadaya masyarakat setempat.
Kesembilan proses implementasi upaya penanggulangan pencemaran laut tersebut di atas tidak bersifat absolut, tetapi dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah, sumberdaya dan masyarakat setempat, terlebih bilamana di wilayah tersebut telah terdapat kelembagaan lokal yang memberikan peran positif bagi pengelolaan sumberdaya dan pembangunan ekonomi masyarakat sekitarnya.
pengertian HIV
HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus” yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.
AIDS merupakan singkatan dari “Acquired Immuno Deficiency Syndrom” yaitu sekumpulan gejala yang ditimbulkan sebagai akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh karena terinfeksi virus HIV.
Virus HIV hanya terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud adalah Darah, air mani, cairan vagina, air susu ibu. Tetapi tidak menutup kemungkinan HIV juga terdapat pada cairan tubuh lainnya seperti keringat, ludah, ai mata, air kencing, tinja, dan muntahan, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk dapat menularkan pada orang lain.
Virus HIV hanya menular jika :
1. Ada virus yang dikeluarkan dari tubuh orang yang terinfeksi HIV
2. Virus tersebut berada di darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu
3. Jumlah virusnya harus cukup
4. Masuk ketubuh orang yang belum terinfeksi misalnya lewat luka terbuka.
HIV tidak akan menular melalui :
1. Jabat tangan
2. Sentuhan
3. Berpelukan
4. Berangkulan
5. Menggunakan alat makan dan minum yang sama
6. Menggunakan jamban yang sama
7. Tinggal serumah dengan orang yang mengidap HIV dan AIDS
Terjadi Infeksi HIV
Infeksi HIV terjadi melalui beberapa tahapan :
1. Periode Jendela
Pada tahap ini virus masuk kedalam tubuh dan berkembang akan tetapi apabila kita melakukan tes, virus tersebut belum terdeteksi. Ngga ada gejala yang muncul tapi virus sudah bisa ditularkan kepada orang lain
2. Tanpa Gejala
Pada tahap ini HIV sudah dapat terdeteksi apabila dilakukan tes HIV. Tapi dalam tahap ini belum menunjukan gejala dan tampak sehat, tergantung pada kondisi kesehatan dan daya tahan tubuhnya.
3. Muncul Gejala
Pada tahap ini mulai muncul gejala-gejala seperti :
a. Demam berkepanjangan
b. Penurunan berat badan
c. Diare terus menerus tanpa sebab yang jelas
d. Batuk dan sesak nafas secara terus-menerus
e. Kulit menjadi gatal dan muncul bercak-bercak merah kebiruan
Gejala-gejala tersebut menunjukan sudah ada kerusakan pada sistem kekebalan tubuh
4. AIDS
Pada tahap ini kekebalan tubuh kita sudah sangat menurun, sehingga terserang berbagai penyakit seperti :
a. Radang paru-paru (TBC)
b. Radang karena jamur di mulut dan kerongkongan
c. Gangguan susunan saraf
d. Kanker kulit
f. Infeksi usus
g. Dan infeksi lainnya
HIV tidak dapat dilihat dengan kasat mata, hanya dengan melihat seseorang dari tampak luarnya saja. Untuk memastikan seseorang telah terinfeksi HIV atau belum, hanya bisa dilakukan melalui tes HIV. Tes HIV diawali dengan konseling dan dilakukan secara sukarela.
Tips-tips mencegah HIV dan AIDS
Biar tidak tertular HIV, hindari perilaku berisiko yang bisa menularkan virus, caranya sebagai berikut :
1. Abstinense
Tidak berhubungan seks sampai mencapai kesiapan mental dan fisik
2. Be Faithful
Saling setia hanya pada satu pasangan
3. Condom Use
Kondom di gunakan oleh pasangan seksual aktif atau seseorang yang sering berganti pasangan
4. Don’t Share Needle
Tidak tukaran jarum suntik dan alat tusuk lainnya. Gunakan hanya alat suntik, alat tusuk atau alat medis yang baru atau steril
5. Education
key smadav ref 9.0 paling oke 100% sukses
[pDitulis oleh Zatyabajaitem Smadav 9.0 Serial + Crack Key Antivirus Smadav 9.0 Pro Downloadgratis34.net kali ini download serial smadav 9.0, key smadav 9.0 full, crack smadav antivirus 9 pro, keygen smadav 9.0 terbaru, serial number smadav 9.0, aktifasi kode smadav pro 9, registrasi key smadav 9.0, kode serial smadav rev 9.1, antivirus smadav 9.0.1 keygen, nama dan key smadav 9.0, kunci smadav 9.0 gratis, s/n smadav 9.0 full version, smadav 2012 serial valid, crack smadav rev 9.0.1 pro, Smadav 2012 Rev. 9.0, Penasaran? cekidot gan..
rating 5
Smadav rev. 9.0 ini dirilis pada bulan mei 2012, dan penambahan fitur smadav 9.0 sangat jos. Berikut kutipan dari smadav.net:
Smadav 2012 Rev. 9.0 : Penambahan database 860 virus baru, Penyempurnaan metode deteksi heuristik Smadav, dsb.
Dan antivirus smadav 9.0 ini sangat cocok di install bersama antivirus luar negeri lainnya, seperti kaspersky internet security 2012, avira antivirus, norton, avast antivirus, f-secure 2012, bitDefender 2012. Sehingga komputer kamu akan aman dari gangguan virus, malware, spyware dari dalam negeri maupun luar negeri bagi yang suka berselancar di dunia maya maupun yang hoby colak colok flashdisk ampe lubangnya usb kendor.
Jika ada yang tanya, kalo kedua antivirus diinstall bersamaan apakah tidak berbahaya, membuat lemot dan hank??
Kalo menurut zatyabajaitem seh itu kembali ke specs kompi kalian masing2. Yang penting RAM minimal 1 GB dan processor yang OK itu dah cukup.
Nah berikut caranya aktifin pro smadav 9.0:
1. Download smadav 9.0.1 nya disini (756 kb) ===>KLIK
2. Jika sudah didownload, kemudian diinstall.
3. kemudian masuk pada tab setting pada smadav 9.0 , dan masukan name dan key smadav nya.
Berikut zatyabajaitem bagikan 10 key registrasi smadav pro 9.0 , GRATIS !!
Nama : downloadgratis34.com smadav 9.0
Key : 995299424207
Nama : www.downloadgratis34.com best 34
Key : 9988997610024
Nama : zatyabajaitem 9.0 in here
Key : 991299560533
Nama : downloadgratis34 dot com xxx
Key : 995799755050
Nama : camfroger MUT downloadgratis34.com
Key : 999999800963
Nama : yogya zatyabajaitem rx
Key : 9952996020100
Nama : www.downloadgratis34.com never die 101
Key : 991899056931
Nama : link to downloadgratis34.com
Key : 9952995075100
Nama : downloadgratis34.com free serial
Key : 995299421581
Nama : zatyabajaitem generate212
Key : 998899886496
Pastikan dengan serial smadav 9.0 atau serial smadav 9.0.1 kamu menjadi FULL VERSION, dan segera aktifkan fitur2nya.
NB BACA TERLEBIH DAHULU: Bagi yang sebelumnya memakai smadav 8.9 dan terkena blacklist sewaktu update online maupun offline ke smadav 9.0, silahkan ikuti cara menghilangkan blacklist smadav 9.0 KLIK DISINI
BACA DULU !! Cara menghilangkan tanda bajakan smadav 9.0 sama persis cara menghilangkan tanda bajakan smadav 8.9 !!
TAPI, untuk serialnya harus memakai serial yang terbaru, seperti serial yang diatas ini. Dan jangan memakai serial yang lama, karena sudah di blacklist oleh team smadav.
OK, jika ada kritik, saran, komentar, maupun usul yang membangun, silahkan komentar di bawah ini. Dan jangan lupa baca artikel2 downloadgratis34.net menarik di bwah ini. Thanks
Masukkan email kamu di kolom bawah ini untuk berlangganan artikel, dan akan dikirim email secara otomatis setiap web ini update artikel, GRATIS:
PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL
PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL
Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak (wikipedia).
Sampah dapat berada pada setiap fase materi yitu fase padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yaitu cair dan gas, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa masuknya sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai peristiwa pencemaran lingkungan (Pasymi).
Berdasarkan sumbernya sampah terbagi menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai (degradable) contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dll, 2) sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable) contohnya plastik, botol, kaleng dll.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Laju pengurangan sampah lebih kecil dari pada laju produksinya. Hal ini lah yang menyebabkan sampah semakin menumpuk di setiap penjuru kota.
Besarnya timbunan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota apalagi daerah di sekitar tempat penumumpukan. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.
Langganan:
Postingan (Atom)
